Friday, April 22, 2016

PERLU ANDA FAHAMI....!!! JIKA DIHARAMKAN, LALU UNTUK APA BABI DICIPTAKAN.TOLONG SEBARKAN....!!!



Salah satu pertanyaan “kritis” yang diajukan oleh misionaris adalah “Mengapa babi diciptakan jika ia haram? Untuk apa diciptakan jika tidak ada kemanfaatan?”

Seperti dibahas dalam artikel sebelumnya, Al Quran dengan tegas menyatakan haramnya daging babi. Bahkan, pengharaman babi disebutkan empat kali. Yakni di Surat Al Baqarah ayat 173, Surat Al Maidah ayat 3, surat Al An’am ayat 145 dan surat An Nahl ayat 115.

Belakangan, ditemukan 10 fakta ilmiah yang menjelaskan hikmah diharamkannya babi. (Baca: 10 Fakta Ilmiah kenapa Babi Haram dalam Islam)

Misionaris yang bertanya seperti itu, pun dengan pengikut-pengikutnya yang mengkonsumsi babi, seharusnya juga tahu bahwa babi juga haram dalam Injil. Dr Zakir Naik menjelaskan, larangan makan babi tercantum dalam kitab Imamat 11:7-8, kitab Ulangan 14:8 dan kitab Yesaya 65:2-5.

Jadi jika diharamkan untuk apa babi diciptakan? Di antara hikmah penciptaan babi adalah:

1. Untuk menguji manusia

Babi yang diharamkan sebenarnya merupakan ujian untuk manusia seberapa ia patuh kepada Sang Pencipta. Manusia yang memakannya, maka ia tidak lulus dalam ujian itu. Manusia yang berpegang teguh pada larangan Allah dengan tidak memakannya, maka ia lulus dalam ujian itu.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Dialah (Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapakah di antara kalian yang paling


baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2)

2. Sarana meneguhkan manusia


sebagai khalifatullah

Manusia adalah khalifatullah fil ardh


yang


bertugas memakmurkan bumi. Banyak hewan yang dikira tidak memilikimanfaat ternyata membuat manusia menjadi kreatif dan berdaya. Termasuk babi. Dengan adanya babi, manusia bisa mengetahui tentang berbagai (bibit) penyakit yang dibawa binatang itu dan tertantang untuk meneliti obatnya.

Seperti diketahui, babi mengandung cacing pita bahkan merupakan carier virus flu babi (swine influenza).

3. Sebagai pelajaran agar tidak menjadi sepertinya

Babi dikenal sebagai binatang yang malas, jorok dan rakus. Begitu joroknya babi, ia sampai memakan kotorannya sendiri. Bahkan, makanan yang akan ia makan kadang-kadang dikencingi dulu sebelum dilahap.

Rakusnya babi bisa dilihat dari makanan apapun yang ada di depannya akan dilahap. Sampah dan kotoran pun dilahap. Bahkan demi memuaskan kerakusannya, makanan yang telah memenuhi perutnya dimuntahkan kemudian dimakannya kembali.

Adanya babi selayaknya mengingatkan manusia agar tidak malas, tidak jorok dan tidak rakus.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menggunakan babi sebagai perlambang keburukan. Bahkan, ada kaum terdahulu yang dikutuk menjadi babi karena perbuatan buruknya.

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُولَئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Katakanlah (Muhammad), "Apakah aku akan beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut." Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al Maidah: 60)

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]
http://www.bagikan-ya.com/2016/04/perlu-anda-fahami-jika-diharamkan-lalu.html

SUBHANALLAH !!! INILAH KISAH NYATA MAKAM DIBONGKAR JENAZAH UTUH BERSILA MEMBACA SURAH YASIN!! (DISHARE GUYS)



Banyak cerita nyata terjadi di sekitar kita tetapi terkadang logika kita tak berperan untuk menafsirkannya. Lantaran cerita ini yaitu cerita benar berlangsung waktu pembongkaran Kuburan Jemaah Haji.

Pada saat musim Haji di Mekkah, jika ada jemaah Haji meninggal dunia maka akan dimakamkan di Ma’la satu tempat pemakaman jemaah haji di Mekkah, serta sesudah delapan bln. makam itu dibongkar kemabli untuk memakamkan jenazah lain. Serta dari sinilah cerita mayat bersila membaca Surah Yaasin itu terjadi. Mudah-mudahan kita dapat mengambil pelajaran serta Hikmah dari peristiwa ini.

Serta berikut cerita komplitnya seperti yang diambil dari melayukini.

Cerita ini cerita riil serta benar berlangsung seperti yang sudah dikisahkan oleh Mahasiswa Malaysia di Arab Saudi. Momen ini barusan berlangsung serta disahkan benar oleh Ustadz Halim Naser, penceramah yang sangat terkemuka di Malaysia. 14-

Momen ini berlangsung disuatu hari di musim haji waktu lalu, mahasiswa Malaysia yang keduanya sama menunaikan haji turut tergabung dengan seseorang Arab untuk mengubur seseorang mayat yang wafat dunia pada musim haji. Makam itu terdapat di Ma’la, tempat pemakaman beberapa jemaah haji yang wafat dunia di Makkah.


Langkah yang mereka kebumikan mayat adalah dengan langkah meninggalkan mayat dalam lubang yang disiapkan serta menutupnya untuk sekitaran delapan bln.. Sesudah delapan bln., lubang itu bakal di buka kembali untuk


menguburkan mayat yang baru.

Pada hariitu, saat satu lubang di buka untuk mengubur mayat yang baru, orang Arab itu berhamburan lari lantaran dia terlihat mayat tengah bersila, bukanlah tidur seperti kesukaannya. Penuntut Malaysia ini membulatkan tekad merangkak kedalam pendam itu untuk lihat dengan lebih terang. Akhirnya dia terasa memanglah mayat itu tengah bersila serta mayat itu tengah membaca Al-Quran, serta Al-Quran itu memanglah yang asli.

Sesudah diliat selanjutnya. Ayat Quran yang terbuka yaitu Surah Yasin. Satu hal yaitu mayat itu tak membusuk serta kain yang membalutinya juga tak busuk. Yang membusuk hanya kapas yang diletakkan diantara mayat dengan kain kafan (kain ehram).

Sesudah dikerjakan riset, ternyata mayat itu yaitu mayat seseorang pria berkulit hitam yang kerjanya yaitu bersihkan Baitullah dari tumpahan air zam-zam. Kerjanya tidak ada lain terkecuali bersihkan Baitullah bila ada tumpahan air zam-zam. Bila tak ada tumpahan, dia bakal duduk di satu pojok Baitullah serta membaca Surah Yasin.

Tersebut keunggulannya untuk orang yang berbakti ke jalan Allah. Berikut yang bikin kita makin berkobar-kobar untuk mengunjungi Baitullah.

Sesudah peristiwa itu, lubang pendam itu juga di semen kembali serta ditandai supaya tak ada mayat lagi yang bakal dimakamkan di tempat itu. Sumber renungan kita. Berikut bukti bakal janji-janji Allah pada hamba-hambaNya yang patuh serta ikhlas beribadah kepadaNya. Wallahu A’lam

sumber :http://www.indosehat.net/2016/04/subhanallah-inilah-kisah-nyata-makam.html
http://www.kabar-gembira.com/2016/04/subhanallah-inilah-kisah-nyata-makam.html

KISAH DUA TUKANG SOL (BAG 4): TAPI TIDAK SEMUDAH ITU,,,TOLONG DI SHARE GUYS,,,,

Kisah Dua Tukang Sol
Setelah gagal membuka jasa sol di sebuah mall mewah, Mang Udin meneruskan profesinya sebagai tukang sol keliling. Setiap hari selalu semangat untuk berkeliling menawarkan jasanya. Senyum dari istri tercinta dan lambaian sayang dari kedua anaknya selalu memberikan energi lebih bagi mang Udin setiap melakukan aktivitasnya setiap hari.
Saat melawati sebuah jalan, ada seorang pemuda yang memanggilnya. Pemuda tersebut memegang sebuah sepatu yang pastinya akan diperbaiki.
“Ada yang bisa dibantu pak?” tanya mang Udin dengan ramah.
“Iya mang, sol sepatu saya copot, bisa diperbaiki? Ini sepatu kesayangan saya.” kata si pemuda itu.
“Baik pak, boleh saya lihat?”, kata mang Udin sambil menyodorkan tangannya.
Sepatu itu pun diberikan oleh si pemuda kepada mang Udin. Mang Udin kemudian memeriksa sepatu itu.
“Ini bisa saya lem pak. Tapi kalau ingin lebih kuat, bisa saya tambahkan tahitan.” kata mang Udin
“Nanti jahitannya kelihatan donk.” kata si pemuda.
“Tentu saja, tapi jangan khawatir, jahitan yang terlihat tidak akan mengganggu tampilannya untuk model sepatu ini. Mamang lihat, banyak sepatu model kaya gini dengan jahitan terlihat jelas. Jahitan itu dibuat dari pabriknya.” kata mang Udin.
“Baiklah, tapi jahitannya yang rapi yah … ” kata si pemuda agak khawatir.
“Insya Allah, jahitan mamang memang rapi.” kata mang Udin sambil langsung memperbaiki sepatu itu.
Setelah selesai, si Pemuda nampak puas. Jahitannya rapi dan sepatu itu justru terlihat lebih bagus.
“Wah bagus sekali mang.” kata si pemuda. “Berapa?”
“Seperti biasa saja pak.” kata mang Udin.
Setelah sepakat harga, mang Udin menerima bayaran plus tip dari si pemuda tersebut.
“Jahitan mamang bagus sekali, mengapa tidak membuka service sepatu profesional saja? Seperti di pertokoan atau di mall?” tanya si pemuda.
“Tapi, tidak semudah itu pak.” kata mang Udin. “Saya sudah mencobanya, tetapi saya gagal. Katanya saya belum siap untuk mengelola service profesional pak.”
“Memangnya kenapa mang?” tanya si pemuda menyelidiki.
“Katanya, mamang tidak ngerti manajemen dan keuangan. Maklum saja pak, saya bukan orang sekolahan.” kata mang Udin menjelaskan.
“Mamang dulu waktu masih kecil bisa memperbaiki sepatu tidak?” tanya si pemuda.
“Ya tidak pak, mamang bisa memperbaiki sepatu karena terpaksa. Karena tidak ada pekerjaan, mamang belajar ke teman mamang. Terus mamang jadi tukang sol sampai sekarang.”
“Tuh kan, mamang asalnya tidak bisa memperbaiki sepatu, sekarang jadi sangat ahli.” kata si pemuda.
“Terima kasih pak atas pujiannya.” jawab mang Udin sambil tersenyum.
“Mamang belum mengerti maksud saya.” kata si pemuda.
“Memang maksud bapak apa?” tanya mang Udin bingung.“Dulu mamang tidak bisa memperbaiki sepatu, sekarang jadi bisa. Artinya, meski pun mamang sekarang tidak bisa manajemen dan keuangan, nanti mamang akan bisa jika mau belajar.” kata si pemuda
“Tapi tidak semudah belajar sol. Manajemen dan keuangan kan susah, sementara mamang tidak sekolah tinggi.” jawab mang Udin.
“Betul mang, memang tidak mudah. Untuk maju kita harus melalui berbagai kesulitan, termasuk sulitnya belajar.” jelas si pemuda. “Lagi pula, mamang tidak perlu mahir bener dalam manajemen dan keuangan. Pelajari saja yang praktis dan aplikatif untuk pekerjaan mamang. Tidak perlu harus menjadi sarjana manajemen dan keuangan.”
“Oh gitu… Dimana saya bisa belajar?” tanya mang Udin.
“Sekarang banyak kursus mang. Mamang bisa ikut kursus manajemen dan keuangan UKM. Tidak sulit koq.” jelas si pemuda.
“Mahal tidak pak?” tanya mang Udin.
“Mahal tidaknya relatif mang.”
“Penghasilan tukang sol itu tidak besar pak, mana cukup untuk ikut kursus.” jelas Mang Udin.
“Sekali lagi, memang tidak mudah. Jika kita ingin maju, kita harus mau berkorban, salah satunya investasi untuk kepala kita. Itu adalah pilihan, apakah mamang akan begini terus atau ingin maju. Jika betah dengan kehidupan seperti ini, silahkan lanjutkan tanpa harus mengorbankan uang dan waktu untuk memperbaiki diri.” kata si pemuda.
“Betul sekali pak.” kata mang Udin sambil manggut-manggut.
“Saya dapat 3 keuntungan hari ini, yang harus saya syukuri.” kata mang Udin.
“Apa itu mang?” tanya si pemuda penasaran.
“Pertama mamang dapat pekerjaan perbaikan sepatu dari bapak. Kedua saya dapat tip dari bapak. Dan, ketiga saya dapat nasihat dari bapak yang luar biasa. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.” kata mang Udin.
“Alhamdulillah. Mamang hebat. Pandai sekali menyukuri setiap nikmat yang mamang dapatkan. Saya jadi belajar dari mamang.” kata si pemuda.
“Itu kan sudah kewajiban kita sebagai manusia, berterima kasih kepada Allah yang memberi banyak nikmat.” kata mang Udin.
“Saya yakin, Allah akan membukakan pintu rezeki buat mamang lebih lebar lagi, karena mamang pandai bersyukur.” tanya si pemuda itu.
“Insya Allah, saya yakin itu. Selama ini saya berdo’a semoga Allah menunjuki saya jalan untuk hidup lebih baik dan saya dipertemukan dengan bapak disini. Penjelasan bapak seolah ada tambahan cahaya yang menerangi jalan saya. Terima kasih pak.” kata mang Udin dengan wajah serius.
“Luar bisa. Saya sering berbicara dan memberikan saran ke banyak orang. Kebanyakan mereka malah mengeluh dan beralasan. Tapi tidak dengan mamang. Saya lihat ada potensi sukses pada di mamang.” kata pemuda itu.
“Benarkah?” kata mang Udin dengan antusias.
“Ya tentu saja. Mamang memiliki pikiran positif. Mindset mamang sudah bagus, mindset seorang yang sukses. Lanjutkan, tidak lama lagi hidup mamang akan lebih baik lagi. Saya optimis.” kata si pemuda sambil pamit dan masuk rumahnya.
Mang Udin, tambah optimis dan memiliki kepercayaan diri semakin besar untuk meraih hidup yang lebih baik lagi. Dia pun yakin, pertolongan Allah akan terus bersamanya selama dia mau menerimanya dan bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.
****
Bersambung …
Cerita ini adalah kelanjutan dari Serial Kisah Dua Tukang Sol. Selain mang Udin, ada tukang sol lainnya yaitu bang Soleh yang kini sudah sukses menjalan service sepatu profesional di sebuah mall ternama di kotanya. Ada kabar dari bang Soleh? Bagaimana cerita si mang Udin selanjutnya? Apakah mang Udin berhasil mewujudkan impiannya membuka service sepatu profesional? Nantikan kisah selanjutnya, tetaplah bersama kami.

Perlakukan Orangtuamu Seperti Raja; Maka Rezekimu Akan Seperti Raja,,,,tolong di share guys...!!!


Kedua Orangtua sangat mungkin menjadi orang paling berjasa dalam hidup kita, sang anak. Oleh karena itu, wajar bila di antara rezekimu, ada rezeki Orangtua-mu.

Sedikit percikan dari artikel di bawah ini mungkin bisa membuat kita ingat untuk berterima kasih kepada Orangtua, lebih penting lagi jika mereka masih berada di dunia. Setidaknya kita masih memiliki kesempatan untuk membahagiakan mereka.

Ada sebuah kisah tentang Ummu Hamid yang pulang dengan hati cemas. Ternyata hari itu merupakan hari jatuh tempo pembayaran cicilan tempat tinggalnya. Ummu Hamid tahu bahwa pendapatan ia dan suaminya sangat terbatas, mungkin tidak menyanggupi tagihan rumah mereka.

Nominalnya sendiri adalah dua ratus ribu rupiah, tetapi untuk dia nominal ini tergolong sangat besar. Ia tak bisa mengambil biaya dari anggaran lain karena hal yang lain ini lebih penting dan mendesak.

Ummu Hamid menunggu Suami sembari menelepon sang Ibu. Ia memang sudah sering menelepon Ibu-nya sejak kuliah. Saat menelepon, ternyata ia juga baru tahu bahwa dana bulanan untuk kedua Orangtua-nya juga belum ditunaikan.

Memang selama ini dia ikut membayar pengeluaran air, listrik, dan keperluan lain Orangtua-nya. Akan tetapi Ummu Hamid merasa bahwa banyak pengeluaran tak terduga akhir-akhir ini.

Tak lama kemudian Ummu Hamid sempat berpikir bahwa biar Saudara-nya saja yang menanggung, toh dia sudah berjasa selama ini.

Untungnya ia dengan cepat sadar bahwa pikiran itu salah, dia langsung mengucap Istighfar dengan cepat. Setelah menelepon Ibunya, tanpa pikir panjang lagi ia mentransfer sejumlah uang kepada sang Ibu.

Disinilah istilah jadikan Orangtua-mu Raja maka Rezekimu seperti Raja terlihat. Saat kesulitan seperti ini pun, Ummu Hamid masih berpikir untuk memberi sejumlah nominal uang lebih bagi sang Ibu.mentransfer, Ummu Hamid mengecek saldo rekeningnya dan ia cukup sedih karena nilai saldo untuk membayar tagihan rumah semakin sedikit. Ia berpikir cukup lama untuk tahu bagaimana dia mampu membayar cicilan rumah tersebut.

Di satu sisi, ia tak menyesal telah memenuhi kebutuhan sang Ibu. Di sisi lain, tak mungkin ia tak membayar cicilan karena ia pasti akan kena denda yang nominalnya cukup besar.

Bahkan di saat ini pun Ummu Hamid hanya bisa bermimpi memiliki rumah pribadi bersama keluarganya. Dengan rasa gelisah ini pun dia segera melakukan wudhu'.

Ia memang merasa bahwa pelarian paling tepat adalah Sholat dua raka'at kepada Yang Maha Penyayang, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Seusai salam, Suami-nya pun tiba di rumah. Keinginannya langsung menggebu-gebu untuk melaporkan hal tersebut kepada Suami, tetapi sesuai ekspektasi ternyata Ummu Hamid berhasil menahan keinginan tersebut.

Ia tahu bahwa Suami-nya pasti lelah setelah seharian bekerja, ia tak ingin menambah beban Suami-nya itu.

Tak disangka, Suami-nya mendapat rezeki dari kantor tempat ia bekerja. Ternyata ada seseorang yang pernah melakukan pinjaman kepada Suami-nya namun baru saja melunasi hutang tersebut hari ini.

Sekali lagi, jadikan Orangtua-mu Raja maka Rezeki Anda akan seperti Raja. Ummu Hamid yang mendengar kabar gembira ini sontak berteriak Allahu Akbar. Bahkan ia juga lupa dengan pinjaman yang dilakukan oleh orang tersebut.

Yang lebih mengejutkan lagi, saat dia membuka amplop, ternyata nominalnya persis, 200 kali lipat dari yang telah ia transfer kepada sang Ibu.

Singkat cerita, akhirnya ia bisa melunasi cicilan rumahnya dan memiliki rumah impiannya. Jadi, jangan pernah remehkan ridha Orangtua. Rahasia kunci sukses rezeki manusia adalah manusia yang bisa memuliakan Orangtua-nya seperti Raja.

Semoga bisa menjadi percikan yang menghangatkan hati kita semua. Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza
MuslimNetizen.com

BACA INI KALAU BERANI..!!! RIBUAN ORANG MENANGIS KARENA KISAH INI....TOLONG DI SEBARKAN,,,,

Silakan baca kalau berani, ribuan orang menangis karena cerita ini. Cerita yang cukup inspiratif dan menyentuh. Anda juga bisa bagikan ke orang lain kalau mau. Tidak ada salahnya berbagi kisah menginspirasi di bawah ini.
Baca Kalau Berani! Ribuan Orang Menangis Karena Kisah Ini

Sebagai pasangan pengantin baru, sebagai istri saya ingin disayang oleh suami. Belajar masak rajin, bersih-bersih rumah jangan ditanya, berlaku lembut penuh cinta sama suami sudah, dan berusaha hemat dalam anggaran uang belanja biar disebut istri cerdas sama yang tersayang.

Setiap kali belanja kemanapun, saya pasti ngotot berusaha menawar dagangan dengan harga semurah mungkin. Diskon seribu dua ribu saya kejar, padahal energi yang dikeluarkan untuk tawar-menawar panjang bisa lebih dari itu. Tapi demi disayang suami, saya tetep ngotot. Tak jarang suami yang mengantar mulai tidak sabar dan geleng-geleng kepala. Saya sih cuek saja, istri pelitnya ini selalu beralasan sama, kan biar hemat.


Suatu sore setelah lelah keliling pasar, di perjalanan menuju parkiran mobil seorang pedagang tanaman bunga yang berusia sepuh menawarkan dagangannya:

Pedagang: “Neng, beli neng dagangan bapak, bibit bunga mawar 5 pot cuma 25.000 aja 1”
Tadinya saya cuek, tapi tiba-tiba teringat pekarangan mungil di rumah yang kosong, wah murah nih pikir saya, cuma 25.000 1 pot, tapi ah pasti bisa ditawar.
Saya: “Ah mahal banget pak 25.000, udah 10.000 aja 1,” dengan gaya cuek saya menawar sadis.
Pedagang: “Jangan neng, ini bibit bagus. Bapak jual udah murah, 15.000 aja gimana neng bapak udah sore mau pulang.”
Saya ragu sejenak, memang murah sih. Di toko, bibit bunga mawar paling tidak 45.000 harga 1 pot nya. Tapi bukan saya dong kalau tidak berjuang.
Saya: “Halah udah pak, 10.000 ribu aja 1 kalau gak dikasih ya gak apa-apa,” saya berlagak hendak pergi.
Pedagang: “Eh neng…,” dia ragu sejenak dan menghela nafas. “Ya sudah neng gak apa-apa 10.000, tapi neng ambil semuanya ya, bapak mau pulang udah sore.”
Saya: (Saya bersorak dalam hati. Yeee…menang) “Oke pak, jadi 50.000 ribu ya 5 pot. Bawain sekalian ya pak ke mobil saya, tuh yang di ujung parkiran.”Saya pun melenggang pergi menyusul suami yang sudah duluan. Si bapak pedagang mengikuti di belakang. Sesampainya di parkiran, si bapak membantu menaruh pot-pot tadi ke dalam mobil, saya membayar 50.000 lalu si bapak tadi segera pergi. Lalu terjadilah percakapan berikut dengan suami,

Saya: “Bagus kan yang, aku dapet 5 pot bibit bunga mawar harga murah.”
Suami: “Oohh..berapa kamu bayar?”
Saya: “50 ribu.”
Suami: “Hah…!!! Itu semua 5 pot?” dia kaget
Saya: “Iya dong… hebat kan aku nawarnya? Itu dia nawarin tadinya 25.000 1 pot,” saya tersenyum lebar dan bangga.
Suami: “Gila kamu, sadis amat. Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu susul itu si bapak sekarang, kamu bayar dia 125.000 tambah upah bawain ke mobil 25.000 lagi. Nih, kamu kejar kamu kasi dia 150.000!” Suami membentak keras dan marah, saya kaget dan bingung.
Saya: “Tapi…kenapa..?”
Suami: Makin kencang ngomongnya, “Cepetan susul sana, tunggu apa lagi.”

Tidak ingin dibentak lagi, saya langsung turun dari mobil dan berlari mengejar si bapak tua. Saya lihat dia hendak naik angkot di pinggir jalan.
Saya: “Pak……tunggu pak…”
Pedagang: “Eh, neng kenapa ?”
Saya: “Pak, ini uang 150.000 pak dari suami saya katanya buat bapak, bapak terima ya, saya gak mau dibentak suami, saya takut.”
Pedagang: “Lho, neng kan tadi udah bayar 50.000,  bener kok uangnya,” si bapak keheranan.
Saya: “Gak tahu pak, udah bapak terima aja. Ini dari suami saya. Katanya harga bunga bapak pantesnya dihargain segini,” sambil saya serahkan uang 150.000 ke tangannya.
Pedagang: Tiba-tiba menangis dan berkata,

“Ya Allah neng…makasih banyak neng…ini jawaban doa bapak sedari pagi, seharian dagangan bapak gak ada yang beli, yang noleh pun gak ada. Anak istri bapak lagi sakit di rumah gak ada uang buat berobat. Pas neng nawar bapak pikir gak apa-apa harga segitu asal ada uang buat beli beras aja buat makan. Ini bapak mau buru-buru pulang kasian mereka nunggu. Makasih ya neng…suami neng orang baik. Neng juga baik jadi istri nurut sama suami, Alhamdulillah ya Allah. Bapak pamit neng mau pulang…,”  dan si bapak pun berlalu.
Saya: (speechless dan kembali ke mobil). 

Sepanjang perjalanan saya diam dan menangis, benar kata suami, tidak pantas menghargai jerih payah orang dengan harga semurah mungkin hanya karena kita pelit. Berapa banyak usaha si bapak sampai bibit itu siap dijual, tidak terpikirkan oleh saya. Sejak itu, saya berubah dan tak pernah lagi menawar sadis kepada pedagang kecil manapun. Percaya saja bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan.

Ribuan orang menangis membaca cerita ini, pengingat untuk kita yang kadang tidak adil memperlakukan orang lain semena-mena. Semoga tidak terjadi.

INNALILAHI..USTADZ ABU BAKAR BAASYIR MENINGGAL DI PENJARA? INI KLARIFIKASI PEMERINTAH; TOLONG DI SEBARKAN YA... SEMOGA DI TERIMA DI SISI ALLAH SWT AMINN




Beredar kabar di WhatsApp serta sosial media, Ustadz Abu Bakar Baasyir meninggal dunia di penjara, Kamis (14/4/2016). Berita itu dilengkapi dengan photo serupa Abu Bakar Baasyir terbaring dalam keadaan terpejam dengan tangan masihlah memegang mushaf.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Ust Abu Bakar Baasyir. Dia wafat waktu membacaAl Quran, ” sekian isi pesan berantai itu. Beberapa netizen menyebutkan pesan itu sudah jadi viral.

Menyikapi mengedarnya berita itu,


Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum serta HAM


menyanggahnya.
...." Tak benar ABB meninggal dunia. Beliau masihlah beraktivitas seperti umum didalam sel kamar tempat tinggalnya, " kata Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Akbar Hadi, Kamis (14/4/2016), seperti diambil Okezone.Al Quran, ” sekian isi pesan berantai itu. Beberapa netizen menyebutkan pesan itu sudah jadi viral.

Menyikapi mengedarnya berita itu,


Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum serta HAM


menyanggahnya.
...." Tak benar ABB meninggal dunia. Beliau masihlah beraktivitas seperti umum didalam sel kamar tempat tinggalnya, " kata Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Akbar Hadi, Kamis (14/4/2016), seperti diambil Okezone.