Wednesday, April 27, 2016

Innalillah, Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Ya'qub Wafat ,Mohon Bantu Sebarkan Kabar Duka Ini ..,Semoga Almarhum Mendaptkan Syurga Allah Aamiin

 Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka kembali menerpa umat Islam Tanah Air. Mantan imam besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Ya’qub meninggal dunia pagi ini, Kamis (28/4).
Pengasuh Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan ini wafat pada pukul 06.00, di Rumah Sakit Hermina, Ciputat. 

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/04/28/o6bix1320-innalillah-mantan-imam-besar-masjid-istiqlal-ali-mustafa-yaqub-wafat

Dagangan Tak Laku Seharian, Kakek Kurus Ini Menangis, Tolong Share !!

Tubuhnya kurus dan terlihat lemah. Sendirian dia menjajakan penganan tebu di gerobak kaca. Sedih terpencar di matanya, dan tangisnya pun pecah.

Begitu kira-kira foto yang terlihat dan tersebar di media sosial akhir-akhir ini. Keprihatinan sekaligus simpati mengucur deras dari netizen.


Akun @Nour Yanti berucap "Ya yang sabar mungkin hari ini lagi sepi semoga hari esok lebih baik. Aku juga lagi di negeri orang ya sabar dan tawakal berdoa pada yang kuasa."

Netizen lain menanggapi, "Kalau akuada di situ mungkin aku kasih uang untuk meringankan kesedihan bapak itu ya mungkin aku kasih 200.000 lah," kata Johan Jihan.

Semula banyak netizen mengira kakek ini berdagang di Indonesia, tapi setelah ditelusuri lebih lanjut, kakek ini ternyata berada di Kamboja.

Itu dibuktikan dari nomor telepon yang tertera di dalam foto dan juga tipe transportasi yang berada di foto tersebut. Pertama, nomor telepon menunjukkan kode negara Kamboja, sementara angkot yang berseliweran di sekitar kakek tersebut adalah angkot jenis tuk-tuk yang biasa digunakan di Kamboja.

Selain itu, di negara Kamboja sendiri kakek ini telah mendapat perhatian dari masyarakat setelah fotonya beredar di media sosial. Kini jualan kakek ini laris manis, bahkan masyarakat Kamboja berbondong-bondong menyumbang pada si kakek.

Kendati demikian, di mana pun kakek penjual tebu ini berada, kakek ini sukses membuat hati siapa pun bergetar dan kembali peduli pada nasib pedagang keliling. [Merdeka]

http://www.muslimsatu.com/2016/01/dagangan-tak-laku-seharian-kakek-kurus.html

Hebooh..Imam Ini Membuka HP Saat Memimpin Shalat Berjamaah [Video]


Media sosial baru-baru ini diramaikan dengan
sebuah video seorang imam yang ‘main’ handphone ketika shalat. Dari rekaman itu terlihat imam salat yang sedang membacakan Surat Al Fatihah tiba-tiba mengambil ponselnya yang tersimpan di saku baju, inilah cuplikan pada saat beliau bermain hand phone ketika shalat..

Informasi yang didapat dari video unggahan ini,  imam itu bernama UstazKhairul Ikhwan. Rekaman itu didapat saat beliau sedang mengimami shalat isya dan tarawih.

Banyak perbedaan pendapat dari para ulama mengenai membaca Al Quran ketika shalat dari mushaf atau handphone secara langsung. Beberapa ulama menganggap membaca mushaf termasuk merupakan gerakan yang terlalu banyak. Sehingga akan mengurangi kekhusyuan shalat.

“Jika ada orang yang shalat sambil membaca mushaf, maka shalatnya batal menurut Imam Abu Hanifah, sementara menurut Abu Yusuf dan Muhammad asy-Syaibani (dua murid senior Imam Abu Hanifah), shalatnya sah, namun makruh. Kemudian Imam asy-Syafii berpendapat, “Tidak makruh.” (Bada’i ash-Shana’i, 1:236).

Simak Videonya Berikut ini :

http://www.muslimsatu.com/2016/04/astaghfirullah-imam-ini-main-hp-saat.html

Subhanalah... Dokter Muslimah Ini Mengobati Pasien 24 Jam Gratis Sampai Kehabisan Uang,Bantu Share Ya..Semoga Lebih Banyak Dokter Seperti Ini


Di tengah orang berlomba-lomba mengumpulkan harta menggantikan biaya kuliah yang mahal, para dokter kerap memasang tarif dalam memberikan pelayanan. Tidak heran biaya pengobatan terbilang mahal bagi sebagian masyarakat.

Namun, bagi Ferihana (35) sejak menyandang gelar dokter, tak sekalipun ia memasang tarif bagi pasiennya alias gratis. Pun, ia sekalipun tak pernah “untung”.

Dokter lulusan Universitas Islam Indonesia tersebut membuka prakteknya di Sumberan 297, Desa Ngestiharjo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, Yogyakarta, sejak tahun 2012. Ferihana yang akrab disapa Hana sedari awal membuka praktik dokter umumnya memang tidak dikenai tarif.

“Pengobatan di tempat saya gratis termasuk obatnya, tapi juga kadang ada pasien yang memberikan infak secara sukarela,” ujar Hana.

Tidak hanya gratis, kliniknya juga buka untuk melayani 24 jam bagi seluruh masyarakat.

“Jadi terbiasa kalau ada pasien datang tengah malam, bahkan pernah juga menjelang Subuh ada pasien yang ingin pemeriksaan,” ungkapnya.

Konsep pelayanan sukarela tersebut tercetus bahkan sebelum Hana menjadi dokter.

Hana sedari kuliah sangat aktif dalam kegiatan sosial semisal memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu di berbagai daerah pelosok. Ia juga melayani konsultasi kesehatan melalui SMS.

“Jadi memang sudah terbiasa seperti ini (sukarela). Semua ini terinpirasi dari kakek saya, beliau yang selalu memberikan contoh tentang menolong orang lain. Tempat praktik ini pun juga diberikan oleh kakek saya,” ungkap Hana.


Rumah Tua

Tempat praktik Hana dulunya adalah sebuah rumah tua. “Awal-awal masyarakat ragu, apakah benar ini tempak praktik dokter karena kondisi rumah. Banyak yang bilang, enggak mungkin rumah dokter kok jelek,” ucapnya. Lambat laun, ia merenovasi rumahnya agar masyarakat lebih yakin.

“Keraguan masyarakat awal-awal ada, bahkan saya sempat ditanyakan ijazah. Sempat dituduh bukan dokter dan macam-macam. Namun lambat laun, karena merekabutuh dokter juga, akhirnya sekarang semua sudah tidak ragu lagi,” tutur Hana.

Saat ini Hana begitu dibutuhkan di lingkungan masyarakat sekitar terutama jika ada keadaan darurat.

“Yang menyenangkan dari pekerjaan ini adalah bagaimana saya dan pasian selalu senang bila bertemu, saya senang mengobati, pasien senang diobati saya. Akhirnya hubungan yang terjalin bukan lagi dokter dengan pasien, tapi lebih seperti interaksi dalam keluarga,” terang Hana.


Kekurangan Uang

Konsep pelayanan sukarela harus diakui Hana dan suaminya, tidak bisa memberikan banyak penghasilan.

“Sekitar tahun 2012-2013 saya sempat mengalami keadaan benar-benar tidak mempunyai uang, habis. Sejak saat itu saya berdoa kepada Tuhan agar diberikan penghasilan sampingan untuk menunjang pengobatan gratis ini,” ungkap Hana.

Walaupun menerima infak, toh tetap tidak bisa menutup biaya operasional seperti obat-obatan dan alat-alat medis lainnya.

Dengan pengalaman di klinik kecantikan, Hana pun mencoba membuka praktik kecantikan disebelah tempat praktik pengobatan gratisnya.

“Syukurnya, penghasilan dari klinik kecantikan bisa meng-cover biaya operasional, namun saya tetap fokus di pengobatan gratis karena itu pekerjaan utama saya dan masyarakat lebih membutuhkan,” terang Hana.


Cari Relawan

Mengelola dua klinik sekaligus, Hana bekerja seorang diri sebagai dokter. Ditanya soal mencari dokter pembantu kliniknya, Hana menjawab sudah sering mendapat tawaran tersebut. Namun pada akhirnya dokter-dokter relawan tidak bertahan lama.

“Mereka kadang hanya bertahan beberapa hari saja. Saya maklum karena kan semua orang butuh penghasilan, jika bergabung dengan saya berarti harus siap tidak mendapatkan uang dan siap lelah,” ungkap Hana.

Diakuinya, juga banyak yang ingin membantunya walau kemudian terhenti di lisan saja. Kedepannya, ia berharap akan ada banyak dokter yang bisa menolong sesama dengan sepenuh hati.

“Awal-awal saya minta izin juga ke ayah saya untuk membukaa praktik sukarela ini, karena kan beliau yang membiayai kuliah saya. Untungnya, beliau sangat mendukung bahkan pada awal memulia membantu memnuhi kebutuhan peralatan,” tutur Hana.

Sejauh ini, dokter Hana tidak pernah menyerah dan merasa lelah dengan idealisme pekerjaan yang ia anut. Sekalipun harus memenuhi panggilan pekerjaan di tengah malam. [sharia/syahid/voa-islam.com]
http://www.muslimsatu.com/2016/04/dokter-muslimah-ini-mengobati-pasien-24.html

Lamaran Ditolak, Pemuda Ini Nekat Menghafal Al Qur’an dan Ternyata Ia Mendapat …Membuat Netizen Terharu..


Dalam hidup, niat baik terhadap orang lain belum tentu membuahkan kebaikan atau dibalas dengan kebaikan pula. Hal inilah yang dialami oleh seorang pemuda desa di sekitar kawasan Bekasi.

Pemuda tersebut bernama Daud Dzal Aidi yang merupakan pemuda polos dan jauh dari pergaulan pemuda saat ini yang sering foya-foya. Ia merupakan seorang pemuda sholeh yang dalam pergaulan telah mengetahui batasan hukumnya, terutama dengan seorang akhwat.

Namun hatinya mulai tertambat ketika melihat seorang gadis dalam acara seminar remaja islam di ibukota Jakarta. Kala itu Daud menjadi seorang panitia, sementara gadis yang diketahui namanya Fatimah bertugas sebagai Qari dan membaca Quran dengan suara yang amat merdu serta pengucapan yang begitu fasih.

Daud ditemani dengan sahabatnya kemudian meminta nomor telepon Fatimah dengan maksud untuk menjalin silaturahmi dan setelah masa tiga bulan berlalu, Daud kemudian mengutarakan niat untuk melamar Fatimah. Dalam pesan singkatnya, ia berucap,

“Fatimah, saya mau silaturahim ke rumah orang tua kamu, boleh saya minta alamat lengkapnya, maaf jika kurang berkenan.” Setelah dibaca berkali-kali agar tidak salah memaknai, akhirnya pesan itu dikirimkan ke ponsel Fatimah.

“Iya, kak, silakan saja datang ke rumah. Rumah orang tua saya berada di dekat gerai batik dan berwarna putih. Jika bingung, Tanya saja orang di sana rumah Bapak Ahmad Mubarak, InsyaAllah sudah pada tahu.” Fatimah membalas dengan penuh harap.

Setelah waktu yang telah disepakati tiba, Daud bersama dengan sahabatnya, Amir akhirnya sampai di depan rumah orang tua Fatimah. Perasaan yang sedikit tegang dalam diri Daud coba ditenangkan oleh sahabatnya tersebut dan mereka pun mengucapkan salam di depan pintu rumah yang cukup terbilang mewah tersebut.

Ayah dan ibu Fatimah ternyata sudah siap menyambut kedatangan Daud dan mempersilakan keduanya untuk duduk terlebih dahulu.

Tanpa banyak basa-basi, ayah Fatimah kemudian berkata kepada Daud, “Fatimah itu sudah banyak cerita tentang kamu dan ayah paham bagaimana sikap Fatimah jika menyukai sesuatu. Ia akan ngambek jika keinginannya tidak tercapai. Tapi ia juga lebih dewasa dibandingkan kakaknya, Aisyah.”

“Iya Pak, sebelumnya terima kasih mau menerima kedatangan saya untuk bersilaturahmi ke rumah bapak dan ibu. Maksud kedatangan saya kesini adalah untuk mengkhitbah Fatimah putri bapak. Itupun jika memang belum ada yang melamar dan saya mohon maaf jika memang kurang sopan atas sikap saya ini. Apabila saya diterima, maka saya akan segera membicarakannya kepada orang tua saya di kampung untuk melakukan khitbah secara resmi.” Ucap Daud menjelaskan penuh gugup.

Namun ternyata ibunya Fatimah mencoba memotong pembicaraan dan berkata, “Maaf ya Daud, bukan ibu tidak percaya sama kamu. Akan tetapi ibu khawatir tentang rumah tangga kamu dan Fatimah jika kamu sendiri belum memiliki pekerjaan tetap. Ibu sebenarnya sudah memiliki calon untuk Fatimah. Ia merupakan putra dari kawan ibu yang juga satu kantor dengan Bapak. Ibu lihat dia sudah siap segalanya untuk menjadi calon suami Fatimah.”

Memang Daud sadar bahwa ia belum memiliki pekerjaan yang tetap dan tinggal di kampung. Namun ia tidak mengetahui jika ternyata Fatimah merupakan anak keluarga yang berada karena memang Fatimah tidak menjelaskan tentang kondisi keluarganya.

“Iya bu, saya paham dengan kondisi saya yang sekarang. Saya tetap berusaha mencari pekerjaan yang halal dan baik. Sekali lagi saya berterima kasih kepada bapak dan ibu karena telah mau menerima silaturahmi saya. Saya juga mohon maaf jika kedatangan saya telah mengganggu waktu bapak dan ibu.”

Maka Daud dan sahabatnya berpamitan kepada orang tua Fatimah. Namunsebelum Daud meninggalkan rumah tersebut, ayah Fatimah menghampirinya dan berkata,

“Nak, ayah sangat bangga atas keberanian kamu. Ayah sebenarnya setuju jika kamu menjadi imam bagi Fatimah. Namun ayah tidak mengetahui jika ternyata ibu telah memiliki calon untuk Fatimah. Kamu harus kuat dan tetap berikhtiar. Semoga kamu mendapatkan calon istri yang terbaik.”

Sebuah nasehat yang sangat bijak dari ayah Fatimah membuat Daud amat berterima kasih dan berharap agar calon suami Fatimah bisa membimbing dan menjadi imam yang baik.

Daud dan sahabatnya itu pun berpamitan dengan hati yang sedikit sedih.

Malam harinya, Fatimah mengirimkan pesan singkat yang intinya meminta maaf kepada Daud atas kejadian tadi siang. Ia tidak tahu jika ibunya ternyata telah memilihkan calon untuknya. Ia akan segera berbicara kepada ibunya bahwa ia tidak ingin dijodohkan.

Akan tetapi Daud kemudian membalas pesan singkat itu dengan ucapan,

“Tak ada yang harus dimaafkan dan tak ada yang perlu disalahkan. Ikuti nasehat orang tuamu karena mereka tahu mana yang terbaik buat kamu. Saya doakan semoga kamu bahagia.”

Setelah hari itu, Daud mencoba bersabar dengan apa yang telah Allah takdirkan untuknya. Dan pada hari sabtu pagi setelah shalat subuh, Daud mengikuti kajian di Masjid Raya Bekasi yang diisi oleh Ustadz Abdul Hakim yang merupakan seorang ahli tafsir lulusan al Azhar, Mesir.

Dalam kajiannya, sang ustadz menyampaikan bahwa menikah merupakan anjuran Allah dan salah satu ayat yang beliau bacakan adalah surat An Nur ayat 32.

Daud sangat terpana dengan ayat Al Quran yang Ustadz Abdul Hakim bacakan yang artinya, “Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karuniaNya.”

Maka setelah pengajian, Daud coba menghampiri dan mengutarakan keinginannya untuk berbicara dengan Ustadz tersebut. Sang Ustadz kemudian mengajak Daud untuk berbicara empat mata di lantai atas di sebuah ruang khusus imam. Panjang lebar Daud menceritakan semua yang dialaminya hingga tak terasa air mata membasahi pipinya.

Dengan bijak, Ustadz Abdul Hakim menyampaikan pesan agar Daud menerima takdir Allah dan bersabar atas skenarioNya.

Maka Daud pun berkeinginan mengubah hidupnya dengan mengisi hari untuk menghafal Al Quran dan berharap agar Ustadz Abdul Hakim mau mendengarkan hafalannya hingga tuntas. Ia sadar bahwa Al Quran merupakan obat hati yang paling manjur atas kesedihannya.

Barakallah, Daud pun bisa mengkhatamkan hafalan Al Qurannya kurang dari satu tahun dan Ustadz Abdul Hakim sangat bangga dengan kesungguhan Daud. Kini Ustadz Hakim yang ingin berbicara dengan Daud mengenai jodoh.

“Mas Daud, mohon maaf jika yang saya sampaikan ini menyinggung perasaanmu. Kebetulan ada jamaah saya yang bernama Bapak Abdullah ingin minta dicarikan jodoh untuk ketiga anaknya. Kriteria yang diinginkan pak Abdullah hanyalah agar calon suami tersebut bisa membimbing putri-putrinya dalam agama.” Ucap sang ustadz dengan hati-hati.

“Saya berterima kasih bahwa ustadz mau menyodorkan hal itu kepada saya. Namun saya takut jika saya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh keluarga Pak Abdullah. Saya hanya seorang anak kampung yang hidup sederhana.” Jawab Daud.

“Kalo begitu, kamu coba shalat istikharah dahulu dan beritahu kepada keluargamu jika memang telah memutuskan.”

Setelah itu hari-hari pun berlalu dan alhamdulilah Daud telah menemukan jodohnya yaitu putri bungsu bapak Abdullah yang memiliki sifat manja dan ceria serta lulusan Universitas Indonesia jurusan Psikologi.

Kehidupan Daud pun dipenuhi dengan keberkahan dan salah satunya adalah ia memimpin pesantren Tahfidz Quran yang berada di Bogor dengan nama Pesantren Al Quran dan Teknologi Fakhruddin Ar Razi.

***

Hikmah dari kisah nyata tersebut adalah sebagaimana sabda Rasulullah kepada para orang tua yang artinya, “Kalau datang kepadamu laki-laki yang kamu sukai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah. Kalau tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi.”

Semoga para orang kini mau melihat calon suami untuk anaknya bukan hanya dari materi semata, namun juga melihat agama dan akhlaknya. Karena agama dan akhlak menjadi pondasi untuk membangun rumah tangga yang diberkahi oleh Allah. [kabarmakkah]

Wallahu A’lam

http://www.muslimsatu.com/2016/04/lamaran-ditolak-pemuda-ini-nekat.html

Masya Allah Demi Pertahankan Jilbab, Muslimah Ini Rela Mengundurkan Diri Dari Bank Dan Bayar Denda 10 Juta ,Bantu Share Yukz..


Allah telah memilih siapa saja yang mendapatkan hidayahNya lewat cara yang tidak diduga. Hal ini pula yang dialami oleh seorang mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi STISIP Persada Bunda Pekanbaru bernama Suryani Wahyu Lestari. Secara mengejutkan ia memutuskan untuk mengenakan hijab dan menutup seluruh auratnya setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta yang ada di Pekanbaru.

Perubahan yang terjadi pada diri Suryani terjadi setelah dua minggu keluar dari rumah sakit. Ia mulai merasa malu jika harus mengenakan rok pendek dan baju yang serba ketat. Meski muslim, memang dahulu Suryani belum mantap berhijab karena merasa ibadahnya belum sempurna. Namun kini ia merasakan bahwa mungkin saja malaikat maut datang dan mencabut nyawanya tiba-tiba sementara ia belum berubah. Bagaimanakah nasibnya di akhirat jika masih tidak menutup aurat?

Rasa malunya kian terasa ketika melihat para lelaki memperhatikan bagian tubuhnya yang terlihat. Bahkan di tempat kerja, ia harus mengenakan rok yang lebih pendek lagi sehingga mau tidak mau menjadi sasaran mata nakal dari para laki-laki. Itulah yang menjadikan Suryani yang akrab dipanggil Ayi merasa tidak nyaman dengan busana tersebut.

Kini setelah berhijab, Suryani merasa lebih baik dan lebih dihormati oleh kaum laki-laki. Dalam pengakuannya, ia pun merasakan lebih khusyuk dalam beribadah setelah mengenakan hijab dalam kesehariannya.

Namun dalam dunia kerja, perubahannya ke arah yang lebih baik jauh dari katasimpati. Ia justru harus mengundurkan diri dari bank swasta tempatnya bekerja dikarenakan aturan perusahaan yang melarang wanita berjilbab bekerja di sana.

Sebagian rekan kerja menyatakan bahwa Suryani telah bodoh memilih berhijab dibandingkan peluang kerja yang enak di bank. Namun dirinya tetap berpegang teguh bahwa apa yang dilakukannya merupakan jalan yang terbaik.

Ujian Allah terhadap hambaNya yang mau berubah memang perlu kesabaran. Selain harus mengundurkan diri, Suryani juga harus membayar denda sebesar 10 juta karena telah keluar sebelum masa kontrak berakhir. Meski harus mengeluarkan uang yang cukup besar, ia merasa beruntung bisa kerja di sana dan bertemu dengan banyak orang hebat.

Sementara ibu dari gadis kelahiran Pekanbaru tahun 1995 ini cukup kaget ketika mendengar anaknya mantap untuk berhijab. Akan tetapi setelah dijelaskan dengan baik, ibunya pun mulai memahami dan mendukung keputusannya.

Kini ia mengalami kesulitan dengan pakaian yang ada di lemarinya. Pasalnya hampir semua koleksi baju yang dimilikinya merupakan pakaian yang serba minim dikarenakan dahulu ia juga merupakan seorang model dan sering shooting.

Setelah mantap berjilbab, Suryani kini tidak lagi menerima tawaran di bidang modelling dan shooting, meski dulu kedua dunia itu merupakan cita-citanya.

Tak ada penyesalan dalam diri Suryani selagi ia masih dalam jalan yang Allah ridhoi.

“Innallaha ma’ashobirin, sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar” Ucapnya

Dirinya pun kini lebih banyak mengisi waktu dengan mendalami agama Islam dan berharap bisa menjadi seorang wanita shalehah. Ia juga berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang baru dimana aturan agama bisa diterapkan seperti bekerja di bank syariah ataupun perusahaan islami lainnya.

Dan yang lebih penting dari semua itu adalah ia berharap agar Allah memilihkan laki-laki yang shaleh serta bertanggung jawab untuk mengimami dirinya kelak.

Semoga hidayah yang didapatkan Suryani diistiqomahkan oleh Allah dan diperkuat dengan segala kebaikan yang selalu diharapkannya. Aamiin. [kabarmakkah]

http://www.muslimsatu.com/2016/04/demi-pertahankan-jilbab-muslimah-ini.html

Karena Mereka Tidak Mengemis, Tak Perlulah Menawar Habis-habisan Barang yang Mereka Jual,Yg Setuju Silahkan Klik Dan Share Ya..

Ketika sedang berjalan-jalan, pernakah kamu bertemu pedagang kaki lima atau asongan yang menjajakan dagangan mereka? Mungkin, saat kamu kehausan di tengah macet ada seorang penjual minuman keliling yang menjajakan dagangannya di bawah terik matahari. Kamu pun bermaksud membelinya untuk sekedar membasahi tenggorokan. Namun, menurutmu harga yang ditawarkan begitu mahal. Kamu pun menawar, tapi karena harga tak kunjung turun kamu tak jadi membeli.


Di sisi lain, kamu begitu sering jajan di minimarket, mengambil barang yang ingin kamu beli tanpa perlu menawar saat akan membayar ke kasir.

Begitulah kira-kira pesan yang ingin disampaikan sebuah video berjudul 'This Poor Coconut Seller was Insulted by a Rich Man'. Video berbahasa Hindi yang diunggah Varun Pruthi ini cukup viral di dunia maya dan berhasil mengumpulkan 800.000 views dan terus bertambah.

Kisah tentang seorang penjual kelapa muda yang dihina oleh seorang lelaki kaya.

 
Video ini bukan bercerita tentang kisah Mahabarata atau Ramayana, seperti cerita-cerita India yang sering kamu tonton di layar kaca Indonesia. Tak ada tari-tarian. Pokoknya, jauh dari streotip cerita India yang sering dijejalkan di Indonesia. Meski bukan drama percintaan, drama dalam video ini pun cukup menyentuh. Bercerita tentang seorang penjual kelapa muda di pinggir jalan yang melakukan tugasnya sebagai penjual. Tiba-tiba, seorang pria turun dari mobil dan menghampiri penjual kelapa muda. Pria itu bertanya berapa harga sebuah kelapa muda dan pedagang itu menjawabnya. Pria tersebut terkejut dengan harga yang diberikan dan kemudian menawarnya, tapi pedagang tersebut menolak.
 “Pak, saya seharian berdiri di sini di bawah terik matahari ” begitu kira-kira yang diucapkan pedagang tersebut dengan sopan.
Yang terjadi, pria tersebut malah memaki pedagang tersebut dan menyebutnya perampok. Pria tersebut kemudian pergi meninggalkan pedagang yang hanya bisa berlapang dada dihina seperti itu. Tak beberapa lama, pria tersebut kembali lewat sembari membawa sebotol minuman. Pedagang kelapa muda itu pun bertanya berapa harga minuman tersebut. Yangternyata harganya sama dengan harga kelapa muda yang ditawarkan penjual itu. Lalu penjual tersebut bertanya kembali berapa harga yang ditawar oleh pria tersebut. Pria tersebut terkejut dan berkata bahwa ini adalah minuman bermerek tidak mungkin ditawar.
 “Untuk minuman bermerek kamu tidak menawar, untuk pedagang miskin kamu menawar,” ujar pedagang tersebut.
Di sekeliling kita pun, ada banyak pedagang kecil yang mungkin sering kita perlakukan tidak adil.
 “Bapaknya mau naik haji kalik nih. Masa kacang rebus aja lima ribu!”
Sementara kita biasa merasakan barang serupa di cafe, mall, atau restaurant dengan harga yang lebih mahal berkali-kali lipat dari harga yang diberikan pedagang tersebut. Tapi, tak sedikit pun kita merasa kemahalan atas harga yang ditawarkan. Mungkin kita akan menjawab, “Ya tentu saja, karena di tempat-tempat tersebut ada pajak, sewa tempat, dan banyak hal yang dibebankan kepada pembeli.”
Yang kita tidak tahu, pedagang kecil di sekeliling kita harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan dagangan, pulang lebih larut agar dagangannya habis dan tidak tersisa. Ada biaya ‘keamanan’ yang mungkin harus mereka keluarkan saat berjualan di jalan. Tak jarang, mereka harus mempertaruhkan keselamatan diri mereka untuk berjualan di tengah jalan atau naik turun bus kota dalam keadaan berjalan.


Mereka bukan peminta-minta, mereka hanya ingin mencari nafkah dengan cara yang halal.

Mereka tak ingin dikasihani. Mereka juga bukan meminta sedekah. Yang mereka inginkan adalah kita membeli yang mereka jual dengan ikhlas. Kadang tak jarang kan kita menemui pedagang seperti ini yang sudah lanjut usia. Mereka tetap dengan gigih menjajakan barang dagangannya dengan sopan. Dengan keterbatasan ekonomi itu, mereka tetap berjuang mencari rezeki dan bukan hanya berpangku tangan mengharapkan bantuan. Mereka bekerja mencari nafkah dengan halal.

Seharusnya, kehadiran mereka bisa menjadi semangat untuk kita yang masih berusia muda. Dengan pendidikan yang lebih dan nasib yang jauh lebih beruntung dari pada mereka, kita harus lebih semangat dan optimis menghadapi hidup.
 Kalau kebetulan kamu bertemu mereka di jalan, carilah alasan untuk membeli dagangan mereka. 
[Hipwee]

http://www.muslimsatu.com/2016/02/karena-mereka-tidak-mengemis-tak.html

Alhamdulillah 5 Penyakit Ini Ternyata Bisa Disembuhkan Dengan Sholat Tahajud ,Bantu Share Ya..



Sebagai umat Islam, pernahkah kita berpikir kenapa Al Qur'an memerintahkan pada kita untuk mengerjakan shalat tahajud?

Firman Allah SWT,

وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

“Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.” (QS. Al Insan: 26)

Setelah diadakan penelitian oleh sekelompok dokter muslim di Inggris, Ternyata shalat Tahajud tak hanya sekedar bernilai ibadah sunnah, namun juga bisa menjadi terapi penyembuhan berbagai penyakit kronis.

Memang, menurut sebagian kaum awam, shalat tahajud termasuk salah satu sholat yang paling berat untuk dikerjakan, karena harus dilaksanakan malam hari terutama di sepertiga malam terakhir, waktu yang sangat enak untuk dibuat tidur.

Apakah kita memikirkan, kenapa sholat tahajud dikerjakan malam hari, kenapa tidak siang hari saja?

Ternyata, ada banyak keajaiban dibalik shalat tahajud dan rahasia waktu sholat tahajud yang belum kita ketahui.

Insyaallah dengan mengetahui keutamaan shalat tahajud ini kita akan terasa ringan mengerjakannya.

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:

"Shalat tahajud bisa menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari penyakit" (HR.Tirmidzi)

Selain bisa menyembuhkan penyakit ternyata Sholat Tahajud adalah ibadah terbaik setelah sholat wajib. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Dan dibawah ini adalah 5 Penyakit Yang Ternyata Bisa Disembuhkan Dengan Sholat Tahajud,

Rajin Sholat Tahajud Bisa Menyembuhkan Diabetes

Orang yang rajin mendirikan shalat tahajud di sepertiga malam terakhir akan terhindar dari penyakit diabetes. Penelitian para dokter muslim ini mengatakan bahwa orang yang rutin melakukan shalat tahajud akan membuat kadar kortisol dalam tubuh seseorang menjadi turun.

Seperti kita ketahui, salah satu manfaat kortisol adalah meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh, dengan cara menurunkan metabolisme karbohidrat. Saat kortisol meningkat, otomatis kadar gula darah darah akan meningkat. Oelh karenanya, shalat tahajud sangat dianjurkan bagi mereka yang menderita diabetes. karena ketika rajin melaksanakan shalat tahajud, maka kadar kortisol akan menurun secara natural.

Mencegah Gagal Ginjal, Kencing Manis dan Pembengkakan Jantung

Selain menurunkan kadar gula, manfaat lainnya dari kortisol adalah untuk menghambat pengeluaran urine. Dan itu merupakan jawaban kenapa kita jarang kebelet kencing ketika tidur nyenyak di malam hari?

Ini berlaku pada semua orang kecuali pada penderita diabetes. Hal itudikarenakan ditahan secara alamiah oleh kortisol dalam tubuh.

Dengan rajin melaksanakan sholat tahajud, maka kortisol bisa diturunkan dan akan berimbas pada efek penghambatan urin yang juga semakin rendah. Oleh karenanya, orang-orang yang mengalami kencing manis, pembengkakan jantung dan gagal ginjal sangat direkomendasikan untuk mendawamkan tahajud, karena dengan melakukannya secara rutin bisa mereduksi kortisol.

Sewaktu kortisol tereduksi, maka pembengkakan tidak akan pernah terjadi dan pembuangan urine menjadi semakin lancar.

Mencegah hipertensi dan hipotensi

Dengan melaksanakan shalat tahajud secara rutin, tubuh akan lebih mudah melepaskan beta endorsin, serotonin dan juga melatonin yang diproduksi oleh otak.

Inilah alasan kenapa seseorang bisa menjadi lebih tenang ketika merutinkan sholat tahajud.

Ketika sistem homeostasis seseorang terganggu, maka sudah bisa dipastikan ia akan mudah mengalami pusing dan sakit kepala yang bisa menimbulkan hipertensi (tekanan darah tinggi) dan Hipotensi (tekanan darah rendah).

Dengan melaksanakan shalat tahajud secara rutin, maka ia akan mengalami relaksasi secara alamiah dengan kontensitas yang penuh. sehingga keseimbangan tubuh lebih terjaga dan kadar hipertensi atau hipotensi bisa diturunkan dengan natural tanpa meminum obat-obatan.

Menjadikan Seseorang Lebih Sabar dan Tidak Mudah Marah

Fungsi lain dari kortisol adalah untuk menjaga efek perasaan depresi atau marah yang berlebihan. Dengan merutinkan shalat tahajud, maka kadar kortisol dalam tubuh akan turun secara perlahan, tentunya hal ini akan membuat hati seseorang menjadi lebih tenang.

Dengan hati yang tenang dan sehat, maka sudah bisa dipastikan tubuh akan menjadi kuat dan terjaga. Oleh karenanya, seseorang yang rutin melakukan sholat tahajud, maka dia bisa lebih nerimo, legowodan emosinya menjadi stabil.

Sholat Tahajud Merupakan Kemoterapi Kanker Tanpa Efek Samping

Siapa sih yang tidak takut dengan efek samping yang ditimbulkan kemoterapi kanker?

Seperti kita ketahui bahwa Kemoterapi mengandung banyak sekali efek samping, seperti rambut rontok, kulit mengelupas, muntah, ketahanan tubuh menurun, gangguan pencernaan akut, perdarahan hebat dan lainnya.

Sementara itu, sholat tahajud merupakan kemoterapi gratis tanpa efek samping, karena hanya dengan 'iman' yang ada dalam hati seseorang, ia akan menjadi yakin dengan pertolongan Allah SWT.

Dengan hanya meminta pada Allah, maka ia tak akan bergantung pada Mahluk, Sehingga pikiran serta hati bisa menjadi lebih rileks. Keadaan seperti ini akan membuat daya tahan tubuh semakin meningkat dan perkembangan sel kanker bisa diperlambat bahkan bisa dihentikan sama sekali.


Masya Allah, Begitu dahsyatnya rahasia dibalik Shalat tahajud, sehingga tak heran jika Rasulullah SAW hampir sama sekali tak pernah meninggalkannya.

Sahabatku, masihkah kita lebih memilih untuk memeluk selimut di sepertiga malam terakhir? Semoga Allah memberikan keringanan pada kita untuk bisa istiqomah merutinkan shalat tahajud. Aamiin. [kabarmakkah]
http://www.muslimsatu.com/2016/04/5-penyakit-ini-ternyata-bisa.html