Sunday, September 27, 2015

Bulan Berdarah 2015

Menjelang akhir bulan ini, tepatnya pada 27 September 2015 atau Minggu malam (Senin pagi WIB), akan ada fenomena langka dilangit cakrawala. Akan terjadi 2 peristiwa pada waktu yang bersamaan, Peristiwa tersbeut adalah gerhana bulan total dan bulan super (supermoon). Dalam istilah astronomi, kombinasi fenomena itu disebut sebagai gerhana bulan super total.

Bulan super atau supermoon adalah keadaan bulan purnama ketika berada pada jarak terdekat dengan bumi. Kondisi itu menyebabkan bulan tampak lebih besar dan lebih terang ketika disaksikan dari bumi.

Sementara gerhana, yaitu keadaan di mana bulan, bumi, dan matahari berada dalam posisi sejajar, sehingga cahaya matahari tidak sepenuhnya sampai ke bulan lantaran terhalangi bumi. Kondisi itu membuat bulan memiliki efek rona merah, seperti berdarah akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.

Fenomena gabungan supermoon dan gerhana bulan dalam waktu yang bersamaan tersebut akan bisa disaksikan pada 27 September mendatang. Setelah tahun ini, kejadian langka itu baru akan kembali muncul pada 2033 nanti. Sayangnya, fenomena tersebut tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia. 

Sebab di Indonesia, peristiwa itu terjadi pada 28 September 2015 atau Senin mulai pukul 7.11 WIB.
“Fenomena ini hanya bisa disaksikan di wilayah Amerika, Afrtika, Eropa, dan sebagian kecil Asia Barat. Di Indonesia, kita tidak bisa melihatnya karena terjadi pada siang hari,” kata Mahasena Putra, Kepala Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (25/9/2015).

Dia menuturkan, gerhana bulan super akan berlangsung sekitar 5 jam, mulai pukul 7.11 WIB-12.22 WIB. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 9.47 WIB.
Pada fenomena tersebut, menurut Mahasena, gerhana bulan terjadi ketika bulan pada posisi yang lebih dekat dengan bumi. Seperti diketahui, orbit bulan berbentuk elips di mana jarak terjauh dengan bumi yaitu 405.600 km dan jarak terdekat 363.700 km. Dengan demikian, rata-rata jarak bulan ke bumi yaitu 384.600 km.

“Dalam gerhana supermoon tahun ini, bulan termasuk dalam posisi yang lebih dekat dengan bumi walaupun tidak dalam jarak yang terdekat. Kondisi itu membuat bulan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang,” ujarnya.

Kendati fenomena langka tersebut tidak bisa disaksikan dari Indonesia, kita masih bisa menyaksikan fenomena alam yang tak kalah menarik, seperti supermoon, gerhana bulan, dan hujan meteor. Sejumlah peristiwa tersebut terjadi setiap tahun pada bulan-bulan tertentu.


Sejumlah fenomena alam tersebut setidaknya menunjukkan bukti kepada manusia mengenai keteraturan alam semesta dan sebagai bahan renungan kepada Yang Maha Kuasa.

No comments:

Post a Comment