Monday, September 28, 2015

Darurat Kabut Asap


Dimusim kemarau yang saat ini berlangsung, di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan bahkan negara tetangga, kini diselimuti kabut asap. Hal ini berdampak buruk bagi kesehatan warga sekitar. Salah satu dearah yang terkena paling parah dampak kabut asap, adalah di Riau. 

Hingga hari ini sampai berita diturunkan, sekitar 50ribuan lebih jiwa terjangkit penyakit ISPA (Inspeksi Saluran Pernapasan Akut). Jumlah tersebut tersebar dibeberapa kabupaten dan kota. Jumlah pasien diprediksi akan meningkat seiring dengan bertambah parahnya kabut asap. 

Dinas Kesehatan bergerak dengan tanggap, yakni membuka posko penanganan penderita penyakit karena asap. Posko ini didirikan untuk masyarakat berobat secara gratis. Dinas Kesehatan menghimbau, untuk tidak melakukan aktivitas diluar rumah.

Negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura melayangkan aksi protes akibat asap kiriman dari Indonesia. Pemerintah Indonesia, melalui juru bicara Wakil Presiden, Pak Jusuf Kalla, meminta kedua negara tersebut untuk bersabar terkait kabut asap. Pasalnya, perlu berbulan-bulan untuk memadamkan kebakaran hutan.

Lantaran kesal, kabut asap yang mengganggu kegiatan di kedua negara tersebut, warga Malaysia dan Singapura ramai-ramai menyindir lewat jaringan sosial di Twitter dengan hastage (#Terimakasih Indonesia).

Kabut asap yang melanda kedua negara teteangga, sudah mencapai level tidak sehat.


No comments:

Post a Comment